Thomas Tuchel Panik Lihat Transfer Tottenham,MU dan Arsenal
Bursa transfer musim panas 2022 sangat heboh dengan sejumlah tim besar Premier League seperti Manchester United, Arsenal dan Tottenham Hotspur aktif mencari pemain baru. Manajer Chelsea Thomas Tuchel prihatin dengan pergerakan lawannya.
Chelsea sebenarnya tak kalah aktif di bursa transfer. Raheem Sterling adalah penandatanganan pertama.
Selain Sterling, Kalidou Koulibaly juga hampir siap. Demikian pula, negosiasi Nathan Ake hampir selesai. Beberapa nama lain dikabarkan masih berusaha memboyong The Blues.
Namun, Tuchel juga mengkhawatirkan performa tiga tim rival di Enam Besar. Karena itu menunjukkan betapa seriusnya lawan-lawannya agar bisa meraih hasil bagus musim depan.
Tuchel sangat mengkhawatirkan peta persaingan musim depan. Meski sebenarnya, Tuchel juga mendapat sejumlah amunisi baru.
“Jika Anda melihat aktivitas di bursa transfer, Anda akan melihat bahwa ada manajer berkualitas di Tottenham, Manchester United, dan Arsenal, dan Anda akan memahami betapa sulitnya musim depan,” katanya.
“Ini akan menjadi tugas tersulit yang bisa kami dapatkan,” lanjutnya.
Meski begitu, Tuchel tetap melihat Manchester City dan Liverpool sebagai kandidat terkuat perebutan gelar. Keduanya dinilai masih sulit menghadapi Chelsea.
Seiring dengan terus meningkatkan kualitas mengejar dua tim teratas di Premier League, Chelsea juga harus berhati-hati dengan perbaikan yang akan dilakukan oleh tiga tim rival lainnya.
“Kami bersaing dengan dua tim papan atas (Liverpol dan Manchester City). Tapi Tottenham sangat aktif dan agresif di awal bursa transfer," ujarnya di situs resmi Chelsea.
Manchester United juga tidak malu merekrut pelatih baru. Arsenal bahkan melakukan transfer besar. Jadi kita tetap harus kompetitif,” katanya.
Tuchel menjelaskan, musim depan bukan hanya soal kualitas komposisi masing-masing tim. Namun, kualitas pelatih lima pesaing.
Pep Guardiola dan Jurgen Klopp dipuji sebagai pelatih yang cerdas akhir-akhir ini. Mikel Arteta juga telah menunjukkan bahwa dia memiliki potensi untuk menjadi pelatih yang hebat karena dia memiliki kemampuan untuk mengelola pemain muda.
Seperti Antonio Conte, juga tidak perlu diragukan lagi, meski kini ia hanya melatih Tottenham. Begitu pula dengan Manchester United yang akhirnya bisa merekrut seorang manajer yang memiliki profil kaliber yang cukup bagus untuk Eric Ten Hag.
“Sekarang persaingan berada di level yang tinggi. Kami bersaing tidak hanya dengan tim terbaik, tetapi juga dengan pelatih terbaik,” katanya.

Posting Komentar